Dalam membangun dan mengelola data center, rack server merupakan salah satu komponen penting yang perlu diperhatikan. Rack server tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menempatkan server dan perangkat jaringan, tetapi juga membantu menciptakan infrastruktur yang lebih rapi, aman, mudah dikelola, serta mendukung sirkulasi udara yang baik.
Pemilihan rack server untuk data center sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan ukuran atau desain. Ada berbagai standar dan aspek teknis yang perlu diperhatikan agar rack dapat digunakan secara optimal sesuai dengan kebutuhan perangkat dan lingkungan data center.
Rack server adalah kabinet atau enclosure yang dirancang untuk menempatkan berbagai perangkat IT, seperti server, switch, router, patch panel, storage, UPS, PDU, KVM, dan perangkat jaringan lainnya.
Sebagian besar rack server menggunakan standar mounting 19 inci sehingga perangkat dengan desain rackmount dapat dipasang menggunakan sistem mounting yang kompatibel.
Ketinggian rack umumnya menggunakan satuan U (Rack Unit). Satu unit U memiliki tinggi sekitar 44,45 mm. Oleh karena itu, rack 42U memiliki kapasitas ketinggian perangkat yang lebih besar dibandingkan rack 20U atau 27U.
Standar 19 inci merupakan ukuran mounting yang paling umum digunakan untuk perangkat rackmount. Dengan standar ini, berbagai perangkat seperti server rackmount, network switch, router, patch panel, PDU, KVM, storage, dan perangkat monitoring dapat ditempatkan dalam satu sistem rack yang terorganisir.
Ketinggian rack menentukan jumlah perangkat yang dapat dipasang secara vertikal. Beberapa ukuran yang umum digunakan antara lain 12U, 15U, 20U, 24U, 27U, 36U, 42U, dan 45U. Untuk kebutuhan data center, rack berukuran besar seperti 42U atau 45U sering digunakan karena menyediakan ruang yang lebih banyak untuk server, networking, storage, dan perangkat pendukung lainnya. Namun, pemilihan ukuran tetap harus disesuaikan dengan jumlah perangkat dan rencana ekspansi infrastruktur.
Kedalaman merupakan faktor yang sangat penting karena server dan perangkat IT memiliki ukuran kedalaman yang berbeda-beda. Rack yang terlalu pendek dapat menyebabkan perangkat tidak dapat dipasang dengan baik atau menyulitkan pengaturan kabel. Pastikan kedalaman rack sesuai dengan perangkat yang akan digunakan, termasuk menyediakan ruang yang cukup untuk kabel dan sistem manajemen kabel.
Perangkat rackmount umumnya menggunakan sistem mounting yang memungkinkan perangkat dipasang pada mounting rail atau vertical mounting profile. Rack yang baik harus memiliki mounting yang kuat dan presisi agar perangkat dapat dipasang dengan aman.
Penggunaan cage nut, screw, mounting rail, maupun aksesori rack lainnya perlu disesuaikan dengan jenis perangkat. Hal ini semakin penting pada data center dengan jumlah perangkat yang besar karena kesalahan pemasangan dapat menyulitkan proses maintenance.
Temperatur merupakan salah satu faktor penting dalam operasional data center. Server menghasilkan panas ketika bekerja sehingga rack harus mendukung airflow yang baik.
Konsep airflow pada rack harus memperhatikan arah masuk dan keluarnya udara. Pada banyak perangkat server, udara dingin masuk dari bagian depan, kemudian udara panas dikeluarkan melalui bagian belakang. Karena itu, pengaturan posisi rack dan jalur airflow perlu direncanakan dengan baik.
Data center dengan banyak perangkat dapat menghasilkan jumlah kabel yang sangat besar. Tanpa manajemen kabel yang baik, rack akan terlihat berantakan dan proses maintenance menjadi lebih sulit.
Rack server sebaiknya mendukung penggunaan berbagai aksesori cable management, seperti cable manager, cable tray, vertical cable manager, horizontal cable manager, brush panel, dan Velcro cable tie.
Penataan kabel juga perlu mempertimbangkan airflow dan kemudahan teknisi saat melakukan troubleshooting atau penggantian perangkat.
Server, storage, UPS, dan perangkat jaringan memiliki bobot yang berbeda. Oleh karena itu, kapasitas beban rack harus diperhatikan sejak awal.
Rack yang digunakan untuk data center harus memiliki konstruksi yang mampu menahan total berat perangkat yang dipasang. Perhitungan beban sebaiknya mencakup total berat perangkat, aksesori, PDU, kabel, dan komponen tambahan.
Selain kapasitas beban, distribusi berat juga perlu diperhatikan. Perangkat dengan bobot lebih berat perlu ditempatkan pada posisi yang sesuai agar distribusi beban rack tetap stabil.
PDU atau Power Distribution Unit berfungsi untuk mendistribusikan daya listrik ke berbagai perangkat yang berada di dalam rack.
Pemilihan PDU harus disesuaikan dengan kebutuhan perangkat, jumlah outlet, jenis konektor, kapasitas daya, serta sistem kelistrikan yang digunakan.
Untuk data center modern, PDU juga dapat dilengkapi fitur monitoring sehingga penggunaan daya dapat dipantau dengan lebih mudah. Pengelolaan power yang baik membantu administrator mengetahui konsumsi listrik dan mengoptimalkan penggunaan energi di dalam rack.
Keamanan fisik merupakan bagian penting dari pengelolaan data center. Rack server dapat dilengkapi dengan pintu dan panel yang membantu membatasi akses terhadap perangkat di dalamnya.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan meliputi pintu depan dan belakang, side panel, sistem penguncian, kontrol akses ruang data center, monitoring lingkungan, serta sistem deteksi suhu dan kelembapan.
Dengan pengamanan yang tepat, risiko akses fisik yang tidak diinginkan terhadap perangkat dapat diminimalkan.
Grounding merupakan bagian penting dalam instalasi rack server. Sistem grounding yang baik membantu menyediakan jalur pelepasan arus listrik yang sesuai serta mendukung keselamatan perangkat dan teknisi.
Implementasi grounding harus mengikuti standar instalasi kelistrikan yang berlaku dan disesuaikan dengan desain kelistrikan fasilitas. Karena grounding berkaitan langsung dengan keselamatan listrik, pemasangan sebaiknya dilakukan oleh tenaga yang kompeten.
Pengelolaan airflow yang baik dapat membantu menjaga temperatur perangkat tetap dalam kondisi operasional yang sesuai.
Dalam perencanaan data center, terdapat beberapa standar dan referensi yang dapat menjadi acuan, tergantung pada kebutuhan proyek. Beberapa di antaranya adalah:
Standar yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan skala, kebutuhan, desain, serta regulasi yang berlaku pada proyek.
Sebelum menentukan rack server, lakukan perencanaan terlebih dahulu. Beberapa faktor yang dapat menjadi pertimbangan adalah:
Identifikasi seluruh perangkat yang akan dipasang, mulai dari server, switch, storage, PDU, UPS, hingga perangkat lainnya.
Jumlahkan kebutuhan rack unit dari seluruh perangkat dan sediakan ruang tambahan untuk ekspansi.
Pastikan rack memiliki kedalaman yang cukup untuk perangkat terpanjang sekaligus menyediakan ruang untuk kabel dan airflow.
Pastikan konstruksi rack mampu menahan total berat perangkat yang akan dipasang.
Pertimbangkan posisi rack, arah airflow, sistem pendinginan, serta penggunaan blanking panel dan aksesori pendukung.
Gunakan cable management yang sesuai agar instalasi lebih rapi dan memudahkan maintenance.
Jangan hanya menghitung kebutuhan saat ini. Sediakan kapasitas tambahan untuk perangkat yang mungkin ditambahkan pada masa mendatang.